Menuju Peradaban Syariah

Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah SWT telah dibuka BRI Syariah cabang Tegal pada tanggal 11 Mei 2010. Semoga ini menjadi tonggak berdirinya perbankan syariah yang adil dan modern sesuai dengan ketentuan-ketentuan islam yang tertuang dalam Al Quran dan Al Hadist. Dengan berdirinya BRI Syariah ini semoga dapat membantu perekonomian masyarakat Indonesia khususnya kota Tegal,di jaman sekarang ini, kehadiran BRI Syariah sangat dibutuhkan di tengah-tengah perekonomian bangsa ini. Masyarakat tidak perlu takut dan kuatir untuk berinvestasi di BRI Syariah ini karena dijamin aman dan nyaman. Produk-produknya pun sangat beragam mulai dari tabungan, giro dan pembiayaan-pembiayaan yang menguntungkan kedua belah pihak baik pihak bank maupun nasabah, semuanya transparan. Semoga dengan adanya BRI Syariah ini dapat menjadi pemicu sektor-sektor usaha agar tumbuh dengan sehat dan dinamis.

Mei 27, 2010 at 5:12 pm Tinggalkan komentar

neng-villa.jpg Anda telah memasuki blog pribadi milik yusuf suwandi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Juni 14, 2007 at 7:20 am Tinggalkan komentar

Pemberantasan buta huruf

Indonesia termasuk dalam daftar 34 negara yang angka buta hurufnya tinggi. Global Monitoring Report menyebutkan Negara ini ada diperingkat ke tujuh setelah antara lain China, India dan Bangladesh. Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departement Pendidikan Nasional menyatakan populasi penduduk yang buta huruf saat ini sekitar 15,4 juta orang.Angka tersebut merupakan 9% dari jumlah total penduduk Indonesia. Dua pertiga atau sekitar 66% diantaranya adalah perempuan yang berlatar belakang keluarga miskin atau tinggal di daerah terpencil.Sekitar 77% dari populasi buta huruf tersebut adalah orang dewasa berusia 45 tahun ke atas, sedangkan sisanya berusia antara 15 tahun dan 45 tahun.Departemen Pendidikan Nasional yang paling berkepentingan dengan persoalan itu menargetkan angak buta huruf bisa diturunkan hingga 50% atau menjadi 7,7 juta orang pada akhir 2009. target pancapaian itu didasarkan pada asumsi bahwa melalui berbagai program yang dijalankan setiap tahun bisa memelekkan sekitar 1,5 juta orang.Pada saat ini pemberantasan buta huruf difokuskan di sembilan provinsi yang angka buta hurufnya tinggi yakni Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, Papua, Kalbar, NTT dan Banten. Penuntasan buta huruf dilakukan secara terus menerus sejak tahun 1997. Namun sebenarnya upaya tersebut sudah dimulai sejak 50 tahunan lalu meski tidak seintesif sekarang. Beberapa faktor yang mendorong angka buta huruf di Indonesia tinggi antara lain tidak mengenal bangku sekolah karena alasan ekonomi dan kondisi geografis. Di samping itu, angka putus sekolah yang juga tinggi dan peserta program pemberantasan buta huruf tidak dipelihara secara baik sehingga kemampuannya merosot atau bahkan lenyap.Saat ini semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di aerah Jateng menyelenggarakan program dari pemerintah yaitu gerakan pemberantasan buta huruf. Salah satunya perguruan tinggi Unissula Semarang mendapat jatah untuk menurunkan 1000 mahasiswa untuk mensukseskan program tersebut. 350 dari Fakultas Ekonomi dan sisanya Fakultas lain, mengingat jumlah mahasiswa fakultas ekonomi lebih banyak dibanding fakultas lain sehingga fakultas ini mendapat jatah yang besar pula. Bagi mahasiswa yang ikut maka akan mendapat sertifikat, jas KKN, topi dan uang akomodasi sebesar 500 ribu. Semua anggaran tersebut dikasih secara cuma-cuma oleh pemerintah akan tetapi, tanggung jawab ini sangat berat untuk itu harus ada niat bdan keikhlasan dari masing-masing mahasiswa sendiri. Mari kita tuntaskan buta huruf di Indonesia agar menjadi masyarakat yang cerdas dan membangun negara. ( yusuf Suwandi Fakultas Ekonomi, 2004 ).   .

Juni 11, 2007 at 7:05 am 3 komentar

PELATIHAN MULTIMEDIA

Menurut Wikipedia :
Multimedia merupakan penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan tools ( alat bantu ) dan link ( koneksi ) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya, dan berkomunikasi. ( Hofstertt, 2001 ).
Contohnya saja komputer yang kita gunakan sehari-hari bagi yang berkepentingan. Kalau mau diusut asal usulnya, komputer hanyalah berasal dari bahan yang sepele yaitu berupa pasir kwarsa atau silicon. Jadi komputer hanya sebagai media atau sarana saja. Fungsinya sebagai alat bantu dan bukan alat yang justru dapat menyusahkan pemakai.
Untuk itu setiap mahasiswa khususnya di Unissula seharusnya diwajibkan pula belajar bagaia menggunakan dan mengoperasikan sebuah multimedia dalam hal ini penggunaan komputer sehinnga dapat menunjuang ketrampilan dalam berteknologi.Demikian pula sejalan dengan misi Unissula yaitu membangun generasi khaira ummah tentunya dengan mendahulukan imtaq kemudian iptek seperti yang dipaparkan dari bagian misi Unissula

Februari 27, 2007 at 10:31 am Tinggalkan komentar

Ujian yang selalu terlambat

Mungkin bagi mahasiswa fakultas ekonomi  UNISSULA sendiri kedengarannya sudah tidak asing lagi mengenai keterlambatan dalam hal ujian semester.Mengenai sebab terjadi keterlambatan banyak yang tidak begitu tahu karena mahasiswa ekonomi UNISSULA hanya mau menerima dan menjalankan begitu saja dan mengharap nilai bagus dari dosennya.Fakultas lain sudah selesai ujian, fakultas ekonomi baru mau mulai.Tentunya budaya terlambat  seperti ini sudah tertanam dari dulu, sampai sekarang pun masih tetap dipertahankan.Herannya lagi, mahasiswa tidak mau angkat bicara mengenai hal ini, memang kedengarannya tidak begitu penting tetapi dari segi waktu menurut saya tidak ada keselarasan antara fakultas yang satu dengan fakultas yang lainnya, Padahal satu kampus se UNISSULA.Seharusnya dari pihak fakultas harus membenahi dan menangani secara serius karena hal seperti ini bisa mengulur – ngulur waktu kegiatan belajar mengajar.Saya berharap semoga fakultas ekonomi menjadi yang terbaik bagi generasi alumni ke depannya dengan adanya aturan – aturan yang jelas dalam hal yang menyangkut kemahasiswaannya. ( yusuf suwandi, FE MNJ 2004 )

Januari 27, 2007 at 1:16 pm 2 komentar

Daun Jambu Biji Sebagai Obat DBD

Penelitian yang dilakukan oleh Nasiruddin SpA dari Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya menambah manfaat dari jambu biji tersebut. Daun jambu yang biasanya dimanfaatkan sebagai obat alternative diare, ternyata juga bisa menyembuhkan penyakit DBD ( Demam Berdarah Dengue ).
Dari hasil penelitiannya menemukan bahwa jambu biji mampu meningkatkan trombosit bagi penderita DBD. Orang yang menderita DBD umumnya meninggal dunia akibat kekurangan trombosit dalam darah. Biasanya trombosit turun atau kurang dari 20 ribu pada hari ketiga hingga ketujuh. Masa – masa inilah yang paling ditakuti oleh penderita DBD sebab bila trombosit turun kurang dari 20 ribu akan mengakibatkan perdarahan spontan misalnya pendarahan otak dan itu akan mengakibatkan gangguan pada syaraf pusat dan dapat mengakibatkan kelumpuhan
Menurut pakar DBD itu, trombosit penderita turun berkaitan dengan system kekebalan tubuh pada penderita berkurang. Apabila virus menyerang sum – sum tulang, maka ekan menyebabkan proses pembuatan trombosit terganggu. Bila hal itu terjadi di paru – paru maka akan mengakibatkan paru – paru bocor, dan bila terjadi di sum – sum tulang maka mengakibatkan sum – sum tulang tidak berproduksi.
Nah proses inilah yang harus dicegah. Oleh karena itu salah satu cara yang dilakukan yaitu meningkatkan trombosit dalam darah.
Caranya, 5 lembar daun biji yang sudah tua dicampur dengan air sebanyak 200 cc dan dimasak sebentar, lalu air hasil rebusan daun jambu itu diminumkan kepada penderita DBD. Agar tidak pahit sebaiknya dicampur dengan gula atau madu.
Selang 12 jam usai minum air daun jambu, hasil penelitian menunjukkan trombosit akan meningkat secara signifikan.

Januari 27, 2007 at 3:29 am 3 komentar


Blog Stats

  • 2,122 hits

Top Clicks

  • Tak ada

Pos-pos Terbaru

September 2016
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930